
"Melihat" ekspresi emosi seseorang adalah salah satu kunci dalam candid photography. Kekuatan emosi jiwa yang tinggi akan dapat terekam dengan baik apabila kita bisa benar-benar melihat dan merasakan emosi seseorang. Seperti pada sebuah foto ini, lirikan mata seorang anak kecil yang menunjukkan sedikit rasa malu, takut, namun ada sisi keberanian yang terlihat dari sosok matanya. Diubah ke dalam bentuk hitam putih agar emosi dari anak kecil tersebut lebih terasa.
Menatap Dalam Harap
Ote
Selasa, September 28, 2010

Kali ini mungkin kebanyakan foto yang saya posting adalah foto hitam putih. Ya karena saya ingin lebih mengeksplorasi kekuatan dari foto hitam putih tersebut. Pernah saya baca dalam sebuah malajah fotografi, wawancara dengan seorang fotografer dari India yang mengatakan bahwa foto yang baik adalah foto yang jika diubah ke dalam foto hitam putih, nilai seni dari foto tersebut tidak berubah. nah, pada foto ini saya ingin membuktikan 'teori' tersebut, dan menurut saya itu memang benar. Sebuah foto saya ini membuat saya benar-benar percaya akan teori tersebut. Mungkin, meskipun foto ini masih banyak kekurangan, tapi bagi saya foto ini cukup mewakili naluri hati saya salam mengabadikan sebuah momen. Data teknis foto, Aperture: f/4.5, Exposure Time: 1/200, ISO: 100, Canon EOS 500D EF-S 18-55mm IS.
Ngayah, Nyungsung Tapakan Ida Bethara
Ote
Sabtu, September 25, 2010

Adik kecil ini, selalu menjadi sasaran kamera saya. Ekspresinya yang lucu dan alami membuat daya tarik tersendiri bagi saya untuk mengabadikannya. Ditambah kedekatannya dengan sang kakek yang selalu setia menemani kemana pun kakeknya pergi. Foto ini saya ubah ke dalam bentuk black and white, tujuannya agar objek anak kecil tersebut terlihat lebih menjadi fokus, sebab pada foto aslinya backgroundnya terlihat mengganggu objek utama (anak kecil) tersebut. Saya juga menggunakan teknik isolasi yang sering digunakan para fotografer lainnya yaitu dengan membiarkan satu bagian destar dari si anak kecil tetap berwarna. Data teknis foto, Aperture: f/8, Exposure time: 1/80, ISO: 100, Canon EOS 500D EF-S 18-55mm IS.
Melamun
Ote
Sabtu, September 25, 2010

Salah satu jenis fotografi yang membuat saya selalu tertantang adalah candid atau snapshot orang menyebutnya. Benar-benar harus tepat waktu, tepat setting, dan tepat tempat. Menurut saya ketiga aspek tersebut memiliki peranan yang vital, sebab momen-momen tertentu yang bisa ditangkap oleh mata kita berlalu sangat cepat. Sekali saja mata kita 'lalai' melihat momen yang bagus, maka lewatlah sudah momen tersebut. Begitu juga dengan setting pada kamera kita, kelihaian dalam me-metering kondisi disekitar penting sebab jika sampai kita salah mengatur diafragma, kecepatan rana, dll maka foto yang seharusnya punya nilai jual tinggi pun akan hilang begitu saja. Seperti dalam foto ini, saya mengambilnya dari sudut yang agak sempit karena saat itu kondisi pura tempat saya jeprat-jepret sedang penuh sesak dan minim sekali ada tempat yang lega untuk bisa benar-benar mengeksplorasi angle gambar. Namun untungnya, saya tidak melewatkan satu momen dari anak kecil yang sedang digendong kakeknya tersebut. Pandangannya tajam menatap ke arah masa depan, seolah si kecil tersebut sedang menatap dan berharap pada masa depannya kelak. Data teknis Foto: Aperture: f/6.3, Exposure time: 1/80, ISO: 250, Canon EOS 500D
Menatap Masa Depanku
Ote
Minggu, September 19, 2010

Rejang Dewa merupakan salah satu jenis tarian yang disakralkan di Bali. Pegelaran tarian ini hanya diadakan pada saat upacara tertentu, yaitu pada saat Upacara Dewa Yadnya (Karya Memungkah). Penarinya biasanya berusia antara 7-14 tahun. Dalam foto ini, saya mendapatkan sebuah momen dimana para penari Rejang tersebut sedang menunggu waktu pentas. Berbagai macam ekspresi yang muncul dari tiap penari membuat foto ini menarik bagi saya. Ada yang serius, bosan, dan bahkan bercanda dengan teman-temannya. Data Teknis Foto, Aperture: f/5.6, Exposure Time: 1/80, ISO: 125, Canon EOS 500D.
Penari Rejang Dewa Menanti Pentas Dimulai
Ote
Minggu, September 19, 2010
Suatu ketika hunting foto di daerah Ubud dan Tegalalang, Gianyar, saya menemukan satu sosok ibu yang sedang menjajakan dagangannya dibawah terik sinar matahari. Tak peduli panas menyengat waktu itu, ibu tersebut tetap dengan penuh semangat menawari setiap wisatawan yang berkunjung ke objek wisata sawah terasering di Kecamatan Tegalalang, Gianyar. Sebuah momen yang tidak boleh dilewatkan tentunya, saya mengambil gambar ini dari dalam mobil teman saya ketika sudah beranjak pulang dari sana. Data Teknis Foto, Aperture: f/5, Exposure time: 1/640, ISO: 100, Canon EOS 500D
Sebuah Perjuangan Demi Sesuap Nasi
Ote
Jumat, September 17, 2010

Pada foto kali ini, saya menampilkan 2 model 'dadakan'. Berawal dari ketidaksengajaan diajak pergi ke pantai bersama adik-adik kelas saya, ya saya gunakan kesempatan itu sekalia untuk hunting-hunting foto. Kebetulan sekali beberapa diantara mereka memang menyimpan bakat sebagai model. Model berbaju putih : Erika, berbaju biru tua : Jesica. Data teknis foto : Aperture: f/4.5, Exposure time: 1/100, ISO: 100, Canon EOS 500D
Senyummu kan Selalu Damaikan Dunia...
Ote
Jumat, September 17, 2010

Belajar untuk memotret keindahan dan kecantikan seorang perempuan terkadang begitu sulit. Menemukan senyum terbaiknya adalah tantangan saya untuk mengabadikan seorang model cantik ini. Begitu banyak frame tentunya yang harus diambil, karena tiap kali jepret belum tentu menghasilkan foto yang sesuai dengan keinginan kita. Model dalam foto ini adalah adik kelas saya di farmasi, bernama Jesica. Tak bisa dipungkiri, bakat menjadi seorang model yang dimilikinya membuat foto yang saya jepret ini memiliki nilai lebih tersendiri. Data teknis foto, Aperture: f/5.6, Exposure time: 1/125, ISO: 100, Canon EOS 500D.
Merindukan Bayangmu
Ote
Jumat, September 17, 2010